NASIONAL, Tuahkarya.com- Sambu Group kembali menorehkan prestasi nasional dengan meraih penghargaan dalam ajang bergengsi TOP CSR Awards 2026 yang diselenggarakan di Hotel Raffles Jakarta, Senin 25 Mei 2026.
Penghargaan ini menjadi bentuk apresiasi atas komitmen dan konsistensi Sambu Group dalam menjalankan program Corporate Social Responsibility (CSR) yang terintegrasi dengan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) serta mendukung pembangunan berkelanjutan.
TOP CSR Awards adalah ajang penghargaan perusahaan paling bergengsi di Indonesia yang diselenggarakan oleh Majalah Top Business bersama sejumlah lembaga pakar.
Penghargaan ini diberikan kepada korporasi yang dinilai berhasil menjalankan program Corporate Social Responsibility (CSR) yang berdampak nyata, selaras dengan strategi bisnis, serta mengadopsi prinsip lingkungan, sosial, dan tata kelola (ESG) yang berpedoman pada ISO 26000.
Ajang penghargaan tahun ini mengusung tema “Aligning CSR and ESG to Create Long-Term Corporate Value and Sustainable Development”, yang menekankan pentingnya penyelarasan strategi bisnis dengan praktik keberlanjutan untuk menciptakan nilai perusahaan jangka panjang sekaligus memberikan dampak positif bagi masyarakat dan lingkungan.
Sebagai perusahaan Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) yang bergerak di bidang agroindustri kelapa terintegrasi dan telah beroperasi lebih dari lima dekade di Indonesia, Sambu Group menjalankan aktivitas utama berupa pengolahan kelapa menjadi berbagai produk turunan bernilai tambah yang dipasarkan ke pasar domestik maupun global.
Model bisnis perusahaan terhubung erat dengan ekosistem perkebunan kelapa rakyat, sehingga keberlanjutan lingkungan dan kesejahteraan masyarakat menjadi bagian penting dalam menjaga kesinambungan usaha.
Penghargaan ini diberikan berdasarkan penilaian dewan juri independen yang terdiri dari berbagai profesional dan akademisi, yakni Dra. Melani K. Harriman selaku CEO Melani K. Harriman & Associates, Ir. Thendri Supriatno dari Masyarakat Investor Independen/CFCD, Prof. Satya Arinanto selaku Guru Besar Fakultas Hukum Universitas Indonesia, serta Anis J. Boesra sebagai Founder Kepak Sayapku.
Corporate Communication Manager Sambu Group, Dwianto Arif, menyampaikan bahwa keberlanjutan telah menjadi bagian dari strategi inti perusahaan dalam menjalankan operasional bisnis.
“Keberlanjutan menjadi bagian dari pengelolaan risiko bisnis dan penciptaan nilai jangka panjang,” ujar Dwianto Arif.
Dwianto Arif menerangkan, wilayah operasional utama Sambu Group yang berada di Kabupaten Indragiri Hilir, Riau, memiliki karakteristik wilayah pesisir dan rawa yang rentan terhadap abrasi, banjir rob, dan intrusi air laut.
"Kondisi tersebut berpotensi memengaruhi produktivitas perkebunan kelapa masyarakat sekaligus ketahanan rantai pasok Perusahaan." Ungkapnya.
Sebagai bentuk komitmen terhadap keberlanjutan lingkungan dan sosial, Sambu Group mengembangkan program CSR unggulan berupa pembangunan tanggul pesisir sebagai strategi adaptasi perubahan iklim.
Program tersebut bertujuan melindungi lahan perkebunan kelapa, mengurangi dampak banjir rob, menjaga produktivitas lahan, serta melindungi kawasan pemukiman masyarakat pesisir.
“Program pembangunan tanggul tidak hanya bagian dari manajemen risiko, namun juga berdampak bagi ekonomi social masyarakat. Tanggul selain berfungsi sebagai pelindung dari ancaman alam, juga bisa dimanfaatkan sebagai jalan bagi masyarakat. Baik untuk membawa hasil panen, maupun kebutuhan akses ekonomi dan sosial dari satu titik ke lokasi lainnya,” tambah Dwianto Arif.
Program ini dijalankan melalui kolaborasi bersama masyarakat lokal dengan mengedepankan semangat gotong royong dan keberlanjutan.
“Kami mengembangkan ekosistem kelapa yang secara bersamaan menghadirkan manfaat ekonomi, sosial, dan lingkungan secara berkelanjutan,” tutup Dwianto Arif.
Melalui penghargaan ini, Sambu Group menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan praktik bisnis berkelanjutan yang mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, lingkungan, serta mendukung tujuan pembangunan berkelanjutan ekosistem kelapa di Indonesia.
Tentang Sambu Group
Didirikan pada tahun 1967 oleh Tay Juhana, PT Pulau Sambu merupakan perusahaan yang bergerak di bisnis pengolahan kelapa. Memiliki tiga pabrik yang tersebar di Provinsi Riau—PT Pulau Sambu di Kuala Enok (1967), PT Pulau Sambu di Guntung (1983), dan PT Riau Sakti United Plantations (1993)—Sambu Group berusaha menciptakan industri kelapa ke level lebih tinggi melalui pengembangan sistem yang berbeda dari yang pernah ada sebelumnya.
Sambu Group berhasil mengintegrasikan petani kelapa lokal Indonesia dengan pasar. Petani kelapa menjadi entitas yang tak terpisahkan secara sosial dengan perusahaan.
Sebagai pelopor industri kelapa, Sambu Group berusaha mengembangkan inovasi produk berbasis kelapa melalui merek KARA.
Usaha Sambu Group mengakomodir kebutuhan kelapa untuk industri bermitra dengan masyarakat dan lingkungan untuk menghadirkan inklusifitas sosial, konservasi lingkungan hidup, dan stabilitas ekonomi bagi bisnis dan masyarakat disekitar.
Salah satu prinsip Sambu Group, selalu berusaha memberikan yang terbaik untuk kesejahteraan sosial ekonomi petani kelapa Indonesia yang menjadi mitranya.
Upaya ini dilakukan melalui pembangunan infrastruktur, penyelenggaraan berbagai kegiatan religi hingga program pendidikan masyarakat di sekitar industri.
Membeli produk Sambu Group dengan merek KARA turut berkontribusi untuk kesejahteraan dan kehidupan petani kelapa Indonesia yang lebih baik.
Narahubung Media:
Nama : Dwianto Arif W (Corporate Communication Manager)
Surel : dwianto.arif@sambu.co.id

