KATEMAN, Tuahkarya.com- Penanaman 3000 bibit Mangrove dalam rangka Ekspedisi Merah Putih Presisi Polda Riau ke wilayah pesisir 3T (terpencil, terluar dan terdepan) di Desa Kuala Selat, Kecamatan Kateman, Kabupaten Indragiri Hilir, Provinsi Riau, yang jadi batas wilayah NKRI, dihadiri tokoh nasional bung Rocky Gerung.
Usai acara seremoni, Rocky Gerung bersama Menteri Lingkungan Hidup RI, WAMEN PPPA RI, Deputi Mentri Kehutanan, Kapolda Riau bersama PJU, Bupati Haji Herman bersama unsur Forkopimda Inhil, serta undangan penting lainnya menuju ke lokasi penanaman mangrove.
Dalam sambutannya, Rocky Gerung yang merupakan seorang tokoh nasional dan juga Founder Tumbuh Institut, menyampaikan bahwa Ekspedisi Merah Putih merupakan bentuk ekspresi yang rasional dalam menjaga lingkungan dan ekosistem mangrove.
"Kita tahu presiden menginginkan negara ini kuat dan berdaulat. Kita punya pertahanan negara dengan senjata modern, senapan laras panjang mengkilap, kita bangga itu. Tapi alam, menyediakan tentaranya sendiri, namanya Mangrove. Kaki-kaki mangrove itu lebih kuat dari kaki-kaki tentara, saling mengikat langsung terhujam ke bumi." Ungkapnya.
"Kita ingin keamanan kita dijaga oleh tentara tapi juga dijaga oleh pulau-pulau. Saya atas nama tumbuh institut, sangat senang bahwa Kapolda Riau mengikuti jalan pikiran presiden, menerjemahkan kebijakan Kapolri, menghasilkan ekspedisi merah putih di pulau-pulau, ini suatu ekpresif rasional." Kata Rocky Gerung.
Selain itu, Rocky Gerung juga mengatakan bahwa kita semua harus bisa mengolah kemampuan ekologis, supaya dia menjadi pertahanan narural dan pertahanan negeri.
Ditempat terpisah, tokoh nasional 'Akal Sehat' itu juga mengatakan bahwa kondisi Kabupaten Indragiri Hilir saat ini harus bangkit dari problem ekonomi.
"Inhil adalah prospek, yaitu menjalankan intervensi dari negara. Memungkinkan rakyat terutama yang tersingkirkan oleh problem ekonomi dibangkitkan ulang semangatnya. Maka dari itu harus bangkit dan dijaga," tutup Rocky Gerung.
Untuk diketahui, lokasi penanaman mangrove yang pernah dihantam gelombang besar dan menembus tanggul mengakibatkan kerukunan Kebun Kelapa Rakyat lebih kurnag seluas 1500 hektare sejak Januari 2021.
Penanaman mangrove di Pesisir Desa Kuala Selat tidak terlepas dari dukungan progam Bank Dunia dan kementerian Lingkungan Hidup Republik Indonesia.
Dalam ekspedisi presisi merah putih Polda Riau, Polres Inhil sendiri menurunkan 150 personil dalam upaya penanaman 3000 bibit mangrove.

