Notification

×

Iklan

iklan

Iklan

Indeks Berita

Monyet Liar Lukai Warga Tembilahan, Sepekan Terakhir 10 Warga Jadi Korban

Sabtu, 01 Agustus 2026 | 17:10 WIB Last Updated 2026-08-01T10:10:48Z
foto: ilustrasi seekor monyet liat. (net)
TEMBILAHAN, Tuahkarya.com– Warga di Kota Tembilahan, Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), Provinsi Riau, merasa terancam akibat munculnya teror Monyet liar dalam sepekan terakhir.

Tak main-main, dalam kurun waktu enam hari sudah 10 orang warga menjadi korban serangan monyet.

Serangan brutal tersebut menyasar korban tanpa pandang bulu, mulai dari balita, anak-anak, orang dewasa, hingga lansia. 
 
Warga yang terluka akibat kena serangan monyet harus dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan medis secara serius. Pasalnya untuk menghindari efek panjang seperti rabies dan penyakit lainnya.

Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Inhil, Junaidi Ismail, menkonfirmasi bahwa berdasarkan hasil penelusuran di lapangan, diduga kuat aksi teror ini dilakukan oleh satu ekor monyet saja. 

"Berdasarkan identifikasi awal, pelaku teror diduga satu ekor monyet dengan ekor panjang berwarna abu-abu dengan ukuran yang sangat besar," ungkap Junaidi pada Jumat (31/7/2026).

Awal mula kejadian dimulai sejak 25 Juli 2026 lalu, yakni saat seorang warga yang tengah santai menikmati sore didepan rumahnya mendadak diserang secara agresif oleh seekor monyet.

"Beberapa warga yang sempat memergoki keberadaan monyet misterius ini mencoba melumpuhkannya menggunakan senapan angin," kata Junaidi.

Guna mengantisipasi jatuhnya korban baru, DPKP Inhil langsung menerjunkan tim gabungan khusus untuk memburu dan menangkap monyet liar yang terdiri dari personel evakuasi dan petugas medis. 

Selain memburu monyet, tim medis juga bergerak cepat menyuntikkan vaksin antirabies kepada seluruh korban secara gratis guna mencegah potensi infeksi mematikan dari gigitan liarnya.

Meski bayang-bayang teror masih mengintai di sela-sela lantai papan rumah mereka, aktivitas masyarakat Tembilahan saat ini bertahap tetap berjalan normal. 

Pihak berwenang mengimbau warga untuk meningkatkan kewaspadaan ekstra, merapatkan celah-celah rumah, dan segera melapor jika melihat pergerakan sang primata abu-abu yang hingga kini masih menjadi buronan.
×
Berita Terbaru Update