INHIL, Tuahkarya.com- Sebuah Pipa GAS yang ada di Desa Batu Ampar, Kecamatan Kemuning, Kabupaten Indragiri Hilir, Riau, meledak dan menimbulkan kobaran api raksasa.
Peristiwa itu terjadi pada Jum'at, 2 Desember 2026, sekitar pukul 16.00 wib, dan menurut laporan hingga pukul 19.00 wib kobaran Api besar masih menyala.
Saat di konfirmasi awak media, Camat Kemuning, Raja Nurliatin, ia menyebutkan bahwa kondisi terkini kobaran api masih menyala.
"Api masih menyala. Diketahui terjadi sejak sore tadi," ungkap Camat Kemuning, Raja Nurliatin.
Sementara itu, Kapolres Inhil AKBP Farouk Oktora melalui Kapolsek Kemuning Kompol M.Simanungkalit,.SH.MH, juga menyebutkan bahwa ledakan itu diduga merupakan pipa milik PT.Trans Gas Indonesia (TGI) yang menjadi bagian dari PT.Pertamina.
"Masyarakat dilarang mendekat dalam radius 500 meter sampai 1 kilometer, sebab panas masih terasa dalam radius itu," ujar Kapolsek.
Sebagai informasi tambahan sementara, Kapolsek Kemuning menyebutkan bahwa akses jalan lintas timur dari Jambi ke Riau atau sebaliknya, dikabarkan macet total.
Bahkan, pengguna jalan yang memaksa untuk melintas tampak merasakan dampak panas dan akibatnya mobil meleleh di bodi bagian depan.
"Jalan lintas timur macet total, terpaksa di stop dulu, dari Jambi ke Riau ataupun sebaliknya. Tolong jangan memaksakan diri melintas jalan lintas timur Jambi-Riau," tambah Kapolsek kemuning.
Belum diketahui pasti data keseluruhan yang dikumpulkan dilapangan, sebab petugas Kepolisian masih terkendala atas kondisi kobaran api yang masih membesar dan tidak bisa mendekat.
Kapolsek juga menghimbau kepada seluruh masyarakat untuk tetap hati-hati.
"Kita minta warga untuk tetap hati-hati, karena dikhawatirkan Gas yang keluar menimbulkan racun atau efek negatif lainnya untuk tubuh," tutup Kapolsek Kemuning.
