Notification

×

Iklan

iklan

Iklan

Indeks Berita

Koordinator Pusat BEM Seluruh Riau Kecam Pembunuhan Gajah Sumatera di Pelalawan

Sabtu, 07 Februari 2026 | 13:22 WIB Last Updated 2026-02-07T06:22:54Z
PEKANBARU, Tuahkarya.com– Koordinator Pusat Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Seluruh Riau, Ahmad Deni Jailani, menyampaikan kecaman atas peristiwa pembunuhan seekor gajah Sumatera yang ditemukan mati di Kabupaten Pelalawan, Provinsi Riau.

Peristiwa tersebut dinilai sebagai ancaman serius terhadap perlindungan satwa dilindungi dan keberlanjutan lingkungan hidup di Riau.

Ahmad Deni menyampaikan bahwa gajah Sumatera merupakan satwa yang dilindungi berdasarkan peraturan perundang-undangan dan memiliki peran strategis dalam menjaga keseimbangan ekosistem.

Oleh karena itu, setiap peristiwa yang mengakibatkan kematian satwa dilindungi perlu menjadi perhatian bersama dan ditangani secara serius oleh seluruh pemangku kepentingan.

“Peristiwa ini menunjukkan masih adanya tekanan terhadap kelestarian satwa dilindungi. Penanganan yang profesional, transparan, dan sesuai dengan ketentuan hukum sangat diperlukan agar perlindungan lingkungan dapat berjalan secara berkelanjutan,” ujar Ahmad Deni, Jumat (7/2/2026).

Berdasarkan informasi dari pihak berwenang, bangkai gajah ditemukan di kawasan hutan konsesi di Kecamatan Ukui, Kabupaten Pelalawan, dalam kondisi tidak utuh. Sejumlah bagian tubuh dilaporkan hilang.

Aparat penegak hukum bersama Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau telah melakukan olah tempat kejadian perkara serta pendalaman lebih lanjut sesuai dengan prosedur yang berlaku.

Koordinator Pusat BEM Seluruh Riau mendorong agar penanganan peristiwa tersebut dilakukan secara menyeluruh, objektif, dan akuntabel, dengan tetap menjunjung tinggi asas praduga tidak bersalah serta prinsip penegakan hukum yang adil.

“Kami berharap proses hukum yang berjalan dapat memberikan kepastian serta memperkuat perlindungan terhadap satwa dilindungi di Riau,” tambahnya.

Selain itu, BEM Seluruh Riau mengajak pemerintah daerah, instansi terkait, dan masyarakat untuk meningkatkan kerja sama serta pengawasan dalam menjaga kelestarian lingkungan dan mencegah terjadinya praktik yang berpotensi mengancam satwa liar.

Menurut Ahmad Deni, peristiwa ini diharapkan dapat menjadi momentum evaluasi bersama dalam memperkuat kebijakan perlindungan lingkungan hidup demi kepentingan generasi masa kini dan generasi mendatang.
×
Berita Terbaru Update