Notification

×

Iklan

iklan

Iklan

Indeks Berita

Seremonial Hardiknas Tutup Tabir Pahit Sekolah Marginal di Inhil

Senin, 04 Mei 2026 | 12:36 WIB Last Updated 2026-05-04T05:36:55Z
INHIL, Tuahkarya.com- Peringatan hari pendidikan nasional (Hardiknas) di Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) berlangsung meriah dan mewah.

Sebelumnya, beberapa rangkaian kegiatan lomba yang sudah diikuti berbagai sekolah tingkat Dasar dan Menengah Kecamatan telah dilaksanakan di Kota Tembilahan.

Senin pagi, 4 Mei 2026, Pemerintah Kabupaten Indragiri Hilir menggelar puncaknya dengan upacara Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) dilapangan Kantor Bupati, jalan Akasia, Tembilahan.

Seluruh pejabat dan undangan yang hadir tampak gagah dan cantik karena dihiasi dengan baju adat yang berwarna warni.

Dari kepala hingga kaki semua kostum yang dipakai seolah menjadi simbol kebahagiaan bagi setiap individu.
Bupati H.Herman dan Istri tampak mengenakan pakaian adat Bugis, sementara pejabat lainnya seperti Kepala Dinas Pendidikan Abdul Rasyid tampak mengenakan pakaian adat dari Sumatera Selatan.

Begitu juga yang lain, berbagai corak warna dan motif yang indah ditampilkan sebagai simbol kebahagiaan atas terlaksananya peringatan hari Pendidikan.

Diatas mimbar, inspektur upacara, Bupati Inhil menyampaikan amanat Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia, Abdul Mu’ti.

Dalam pidatonya, peringatan Hari Pendidikan Nasional menjadi momentum penting untuk melakukan refleksi sekaligus meneguhkan semangat dalam membangun pendidikan nasional yang lebih maju dan bermartabat.

“Pendidikan pada hakikatnya adalah proses memanusiakan manusia, menumbuhkan fitrah serta potensi manusia agar menjadi insan yang beriman, berilmu, berakhlak mulia, sehat, mandiri, kreatif, dan bertanggung jawab,” ujar Bupati Inhil saat membacakan sambutan Abdul Mu'ti.

Selain itu, Bupati Herman juga menyebutkan bahwa pemerintah melalui Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah menetapkan lima kebijakan strategis, di antaranya pembangunan dan revitalisasi satuan pendidikan, digitalisasi pembelajaran, peningkatan kualitas dan kesejahteraan guru, penguatan karakter, serta perluasan akses pendidikan yang inklusif dan merata.

"Pendidikan dinilai menjadi jalan utama dalam membangun sumber daya manusia Indonesia yang unggul, kuat, dan berdaya saing." Ucap Bupati Herman dalam pidatonya terkait Visi Pembangunan Nasional Presiden Prabowo Subianto.

Namun ironis, beberapa hari sebelum momentum hari pendidikan nasional di Kabupaten Indragiri Hilir digelar, publik dihebohkan dengan mencuatnya kondisi sekolah marginal yang memprihatinkan.

Tak main-main, kondisi sekolah marginal tersebut disoroti media besar melalui sosial media Instagram dengan akun Indozone.id yang memiliki 5,6 juta pengikut.

Sejak diunggah, lebih dari 170 ribu natizen yang melihat, tak sedikit komentar menyebutkan bahwa kondisi tersebut bukan cerminan dunia Pendidikan Indragiri Hilir sedang baik-baik saja.

Ternyata, Sekolah Marginal itu berada di wilayah terpencil Kecamatan Batang Tuaka, butuh waktu 1 jam untuk sampai ke lokasi, akses infrastruktur tidak memadai jadi kendala utama menuju sekolah Marginal tersebut.
Dilaporkan, sekolah marginal Desa Kuala Sebatu itu memiliki 1 gedung yang didalamnya disekat menjadi 3 ruangan. Ada 42 pelajar dengan 3 orang tenaga pengajar, 2 diantaranya adalah honorer dan 1 PKKK.

Semua siswa terdiri dari 6 kelas dan harus bisa menerima kenyataan bahwa belajar dalam kondisi bangunan tak layak bukan jadi hambatan untuk terus belajar dan belajar.

Dikolom komentar, sejumlah netizen menandai akun resmi Instagram Bupati Inhil H.Herman, netizen bilang gini "@officialherman31 ini Bupatinya", lalu pengguna lain merespon, "Kok di tag gitu, gak dijaga marwahnya" kata akun lain.

Tidak hanya itu, Netizen lain juga bilang bahwa di Desa Junjangan juga ada sekolah marginal dengan 6 kelas dan 3 orang guru.

Lebih pedas dari itu, netizen lain juga tulis dengan menandai akun resmi Bupati dan Wakil Bupati Inhil.

"@Yuliantiniofficial @Officialherman31 kan pendidikan ga penting-penting bangetian bapak ibu" tulis netizen dengan akun @sungai_k_tertip

Video yang diunggah 5 hari lalu oleh akun Instagram Indozone.id, terlihat menggunakan backsound Nidji yang berjudul 'Laskar Pelangi', unggahan itu mencuri perhatian lebih dari 438 komentar netizen, dan 754 bagikan ulang.

Kondisi tersebut begitu kontras dengan sambutan yang disampaikan Bupati Inhil dalam puncak hari pendidikan nasional tahun 2026. Pemerintah Kabupaten Indragiri Hilir juga bilang akan mendukung kemajuan pendidikan serta mewujudkan sumber daya manusia yang unggul dan berdaya saing.

Sebagai respon, Pemerintah Kabupaten Indragiri Hilir melalui Dinas Pendidikan menyebutkan bahwa sekolah marginal tidak bisa dibangun menggunakan uang negara, karena masih memiliki sekolah induk.

Hak tersebutlah yang menjadi hambatan turunnya bantuan pembangunan untuk sekolah marginal, artinya harus memisahkan diri dulu dari sekolah induk dan terdaftar ke NPSN.

“SD marginal itu tidak memiliki nomenklatur sendiri, sehingga kami tidak bisa melakukan pembangunan langsung di lokasi tersebut. Selain itu, sekolah itu juga belum memiliki NPSN, karena masih berada di bawah SDN 011 Kuala Sebatu,” ujar Pihak Dinas Pendidikan Inhil, dikutip dari Beritainhil.com.

Kendati demikian, Ketua Dewan Pendidikan Inhil, Indra Ornop bilang bahwa regulasi tidak boleh jadi penghambat terhadap pembangunan untuk sektor pendidikan, apalagi daerah terpencil.

"Jika regulasi jadi penghambat maka harus segera carikan solusi alternatifnya, semua stakeholder harus bergerak cepat atas persoalan ini, semoga terwujud pendidikan yang layak di Kabupaten Indragiri Hilir," harapnya.
×
Berita Terbaru Update