Notification

×

Iklan

iklan

Iklan

Indeks Berita

Hari Bumi 2026: Ahmad Deni Jailani Sebut Riau Kaya Sumber Daya Tapi Masih Dibayangi Masalah Lingkungan, Mahasiswa Desak Perubahan Kebijakan Berkelanjutan

Rabu, 22 April 2026 | 17:07 WIB Last Updated 2026-04-22T10:07:17Z
PEKANBARU, Tuahkarya.com– Peringatan Hari Bumi 2026 menjadi momentum refleksi terhadap arah pembangunan dan kondisi lingkungan di Provinsi Riau. Koordinator Pusat BEM Seluruh Riau, Ahmad Deni Jailani, menilai Riau saat ini merupakan daerah yang kaya sumber daya alam, namun masih dibayangi berbagai persoalan lingkungan yang belum terselesaikan.

Menurut Deni, Riau memiliki peran strategis secara nasional melalui sektor minyak dan gas, perkebunan, industri, serta kawasan hutan gambut yang sangat penting bagi keseimbangan lingkungan. Namun di sisi lain, berbagai persoalan seperti kebakaran hutan dan lahan, kabut asap, pencemaran lingkungan, konflik lahan, banjir, serta kerusakan ekosistem masih terus terjadi.

“Riau adalah daerah kaya sumber daya, tetapi sampai hari ini masih menghadapi tantangan serius dalam mewujudkan keadilan lingkungan. Ini menjadi persoalan yang harus segera dibenahi bersama,” ujar Deni, Selasa (22/4/2026).

Ia menjelaskan bahwa persoalan kebakaran hutan dan lahan tidak bisa lagi dipandang sebagai masalah musiman semata. Menurutnya, kebakaran di kawasan gambut berdampak besar terhadap pelepasan emisi karbon, menurunnya kualitas udara, gangguan kesehatan masyarakat, hingga terganggunya aktivitas pendidikan dan ekonomi.

“Setiap kali lahan gambut terbakar, bukan hanya hutan yang hilang, tetapi juga cadangan karbon yang selama ini tersimpan ikut lepas ke atmosfer. Dampaknya bukan hanya dirasakan Riau, tetapi juga menjadi bagian dari persoalan iklim global,” katanya.

Selain itu, Deni menilai arah pembangunan daerah ke depan harus mulai berorientasi pada konsep keberlanjutan. Ia mendorong agar Riau tidak hanya dikenal sebagai daerah penghasil energi dan sumber daya, tetapi juga sebagai provinsi yang mampu memimpin transformasi ekonomi hijau dan pembangunan rendah karbon.

“Sudah saatnya pembangunan tidak hanya diukur dari investasi dan pertumbuhan ekonomi, tetapi juga dari kualitas udara, kelestarian hutan, kesehatan masyarakat, serta kesejahteraan warga di sekitar wilayah industri,” tegasnya.

Dalam peringatan Hari Bumi 2026, Ahmad Deni Jailani menegaskan bahwa mahasiswa akan terus mengambil peran sebagai kelompok intelektual dan kontrol sosial dalam mengawal isu lingkungan di Riau. Menurutnya, generasi muda tidak boleh diam melihat masa depan daerah terancam akibat kebijakan yang tidak berpihak pada keberlanjutan.

“Kami ingin Riau maju, tetapi juga hijau. Kami ingin pembangunan berjalan, tetapi tidak merusak masa depan. Hari Bumi harus menjadi pengingat bahwa menjaga lingkungan adalah tanggung jawab bersama,” ujarnya.

Ia berharap peringatan Hari Bumi 2026 tidak berhenti pada kegiatan seremonial semata, melainkan menjadi titik awal lahirnya kebijakan yang lebih tegas, progresif, dan berpihak pada kelestarian lingkungan di Provinsi Riau.
×
Berita Terbaru Update