Notification

×

Iklan

iklan

Iklan

Indeks Berita

Usia Bumi Semakin Tua, Pemanasan Global Semakin Nyata, Kita Bisa Apa?

Rabu, 22 April 2026 | 16:59 WIB Last Updated 2026-04-22T10:00:14Z
OPINI oleh Syaiful Islami- Selamat hari bumi. Pernahkah kita berpikir bagaimana awal mula bumi terbentuk? ya, sulit untuk menemukan jawab yang pasti. Namun, kita harus sepakat bahwa bumi telah diciptakan dengan rahasia yang luar biasa oleh maha penciptanya.

Bahkan, tak ada manusia yang mampu membayangkan bagaimana dahsyatnya maha pencipta menciptakan bumi.

Rahasia penciptaan bumi akan tetap abadi, kecuali kita mencari tahu dengan sungguh-sungguh bersama seorang guru yang ahli dibidangnya sendiri. Entah lewat ilmu sains atau ilmu spiritual, semua akses itu bisa menemukan jawabannya tersendiri.

Menurut situs resmi National Georgafhic Indonesia, pada April 2023, disebutkan para ilmuwan memperkirakan usia bumi mencapai 4,54 milyar tahun.

Percayalah, bahwa 4,54 milyar tahun adalah usia yang luar biasa untuk Bumi. Lalu, pernahkah kita berfikir apa yang terjadi pada bumi saat ini? bencana alam dimana-mana, tidak hanya di Indonesia, bahkan belahan dunia merasakan iklim yang luar biasa, dan bencana yang dahsyat tidak terpikirkan oleh manusia.

Dari laporan resmi castfoundation.com tahun 2021, perubahan iklim bumi semakin menghawatirkan. Dikutip berdasarkan laporan Intergovernmental Panel on Climate Change (IPCC) tahun 2021, bumi mengalami suhu terpanas dan gelombang panas yang lebih intens.

Sedikitnya ada 234 laporan ilmuwan dari seluruh dunia setelah menganalisa lebih dari 14.000 studi iklim memberikan gambaran tentang yang paling jelas soa kondisi planet bima sakti saat ini.

IPPC adalah organisasi yang berfokus pada ilmu iklim yang menjadi bagian dari PBB.

IPCC sudah ada sejak 1988, dan memiliki 195 negara anggota.

Setiap tujuh tahun, IPCC merilis sebuah laporan tentang kondisi terkini iklim Bumi, pengaruhnya, dan cara-cara untuk beradaptasi dan memitigasinya. Laporan terakhir dirilis pada 2021, artinya butuh satu tahun lagi untuk menunggu hasil laporan berikutnya dari IPPC soal kondisi Bumi.

Ada lima fakta penting dalam laporan IPCC:

1. Suhu permukaan global 1,09 derajat Celcius lebih tinggi dalam sepuluh tahun terakhir, antara 2011-2020, dibandingkan tahun 1850-1900.

2. Lima tahun terakhir adalah suhu terpanas dalam sejarah sejak 1850.

3. Tingkat kenaikan permukaan laut baru-baru ini nyaris tiga kali lipat bila dibandingkan dengan tahun 1901-1971.

4. Pengaruh manusia sangat mungkin menjadi alasan utama (90%) mencairnya gletser secara global sejak 1990-an dan penurunan jumlah es di Laut Arktik.

5. Pemanasan ekstrem termasuk gelombang panas hampir pasti makin sering terjadi dan kian intens sejak 1950-an, sementara peristiwa pendinginan makin jarang terjadi. 

Laporan resmi dari IPPC berikutnya kemungkinan besar akan rilis kembali pada tahun 2027 mendatang.

Lalu yang perlu kita ketahui bersama adalah organisasi IPPC memproyeksi atau memprediksikan bahwa bongkahan ES di kutub Utara akan meleleh, setidaknya satu kali sebelum September 2050 mendatang.

Sebuah kondisi mengerikan untuk daratan Bumi yang bisa kapan saja tenggelam oleh air lautan.

Selain itu, kemungkinan besar akan ada peningkatan peristiwa kebakaran di banyak wilayah juga jadi proyeksi organisasi IPPC.

Faktanya, tahun 2025 dan 2026 sudah banyak kebakaran hutan dan lahan yang terjadi, seperti di Amerika Serikat, bahkan sebelumnya juga mengalami hal yang sama.

Faktor yang mempengaruhi meningkatkan kebakaran hutan dan lahan salah satunya adalah terjadinya Global Warming (pemanasan global).

Tidak hanya itu, akibat pemanasan global disebabkan adanya penebangan pohon secara liar demi pundi-pundi uang yang dilakukan secara terus-menerus oleh tangan tidak bertanggungjawab.

Meningkatnya kuantitas sampah dalam bentuk, organik, non organik dan elektronik, menjadi bagian dari magnet menipisnya lapisan atmosfer Bumi.

Mari kita lestarikan bumi sebelum terlambat, tangkap semua mafia pembabat hutan tanpa pandang bulu, tertibkan semua pabrik industri yang membuang limbah berbahaya ke sungai dan lautan, tingkatan penanaman pohon diruang terbuka yang sudah terasa gersang dan manfaatkan energi listrik secukupnya saja.

Jika tidak melakukan perubahan kita bisa apa?, maka hanya bayang-bayang kebakaran hutan dan lahan, bencana banjir, longsor, gempa bumi, hujan deras, udara kotor, dan kehancuran masal, akan terus menjadi sumbu musnahnya bumi dimasa akan mendantang.
×
Berita Terbaru Update